|
makna dibalik surat Al Ikhlas
|
|
DI BALIK MAKNA SURAT AL IKHLAS
oleh : H. Hendri Kusuma Wahyudi,
Lc
surat Al IKhlas atau yang biasa
orang Indonesia familiar dengan menyebutnya surat Qulhu. kalau seorang anak
ditanya, coba hapalkan surat Alikhlas? pasti pada sebagian besar anak akan
geleng kepala menandakan ketidaktahuannya. namun apabila dikatakan dengan
surat Qulhu, pasti akan dengan mudahnya dihapal.
di sini penulis tidak akan
mengupas kebiasaan orang-orang Indonesia terhadap surat Al Iklas, namun
penulis mencoba untuk mengajak semua pembaca memahami akan kebesaran makna
dan kandungan dalam Surat Al Ikhlas tersebut.
ketika dinamakan surat Al Ikhlas,
maka secara linguistik bermakna keihklasan. menurut bahasa adalah keikhlasan.
namun apabila dikaji lebih dalam lagi, bahwa isi dari surat Al Ikhlas itu
sendiri mengentengahkan tentang ketahudian kepada Allah SWT. kenapa demikian?
tentunya Allah memiliki tujuan
yang ingin disampaikan kepada manusia. dengan akalnya manusia harus bisa
menelaah dan mengkaji dari isi terdalam dalam surat Alikhlas. ketika
kandungannya berbicara tentang Tauhid, hal ini menunjukkan, bahwa ketika amal
ibadah, atau perbuatan, baik bersifat lisan maupun gerakan, harus ditujuan
kepada ALlah SWt.
tidak boleh satu perbuatan pun
atau niat pun ditujukan kepada selain Dzat Nya. bila hal ini - ketauhidan-
dapat dilakukan secara maksimal kepada ALlah SWT, maka dapat dipastikan
seseorang yang melakukan perbuatan apa pun pasti akan memiliki unsur ikhlas.
karena ia menggantungkan segala amalnya kepada Allah SWT. baik lisan maupun
qolbu.
maka segala hal yang akan
mengotori hati, akan dengan sendirinya hilang sebab tingkat keikhlasan kepada
Allah lebih mneguasai hati dan jiwanya daripada selain itu. maka tidaklah
heran bagi orang yang sudah totalitas segala tindak tanduk perbuatannya untuk
Allah SWT, akan berimbas ikhlas kepada siapa pun ia melakukan, alias tanpa
pamrih.
inilah sifat yang mesti dimiliki
oeh setiap orang, bahwa menjaga wilayah hati dengan totalitas mengharap Allah
SWT saja menjadi bagianpenting dalam hidupnya. sekali lagi, penulis yakinkan,
bahwa bila semuanya digantungkan harapan dan amal serta tidankan kita kepada
Nya, maka pasti akan berakhir dengan hal yang baik dan membahagiakan.
|