Senin, 23 Juli 2012

Surat Al Ikhlas

makna dibalik surat Al Ikhlas



DI BALIK MAKNA SURAT AL IKHLAS
oleh : H. Hendri Kusuma Wahyudi, Lc

surat Al IKhlas atau yang biasa orang Indonesia familiar dengan menyebutnya surat Qulhu. kalau seorang anak ditanya, coba hapalkan surat Alikhlas? pasti pada sebagian besar anak akan geleng kepala menandakan ketidaktahuannya. namun apabila dikatakan dengan surat Qulhu, pasti akan dengan mudahnya dihapal.
di sini penulis tidak akan mengupas kebiasaan orang-orang Indonesia terhadap surat Al Iklas, namun penulis mencoba untuk mengajak semua pembaca memahami akan kebesaran makna dan kandungan dalam Surat Al Ikhlas tersebut.
ketika dinamakan surat Al Ikhlas, maka secara linguistik bermakna keihklasan. menurut bahasa adalah keikhlasan. namun apabila dikaji lebih dalam lagi, bahwa isi dari surat Al Ikhlas itu sendiri mengentengahkan tentang ketahudian kepada Allah SWT. kenapa demikian?
tentunya Allah memiliki tujuan yang ingin disampaikan kepada manusia. dengan akalnya manusia harus bisa menelaah dan mengkaji dari isi terdalam dalam surat Alikhlas. ketika kandungannya berbicara tentang Tauhid, hal ini menunjukkan, bahwa ketika amal ibadah, atau perbuatan, baik bersifat lisan maupun gerakan, harus ditujuan kepada ALlah SWt.
tidak boleh satu perbuatan pun atau niat pun ditujukan kepada selain Dzat Nya. bila hal ini - ketauhidan- dapat dilakukan secara maksimal kepada ALlah SWT, maka dapat dipastikan seseorang yang melakukan perbuatan apa pun pasti akan memiliki unsur ikhlas. karena ia menggantungkan segala amalnya kepada Allah SWT. baik lisan maupun qolbu.
maka segala hal yang akan mengotori hati, akan dengan sendirinya hilang sebab tingkat keikhlasan kepada Allah lebih mneguasai hati dan jiwanya daripada selain itu. maka tidaklah heran bagi orang yang sudah totalitas segala tindak tanduk perbuatannya untuk Allah SWT, akan berimbas ikhlas kepada siapa pun ia melakukan, alias tanpa pamrih.
inilah sifat yang mesti dimiliki oeh setiap orang, bahwa menjaga wilayah hati dengan totalitas mengharap Allah SWT saja menjadi bagianpenting dalam hidupnya. sekali lagi, penulis yakinkan, bahwa bila semuanya digantungkan harapan dan amal serta tidankan kita kepada Nya, maka pasti akan berakhir dengan hal yang baik dan membahagiakan.